Tekan Jumlah Penderita Campak
RANGKASBITUNG – Dari 4.062 balita di Kecamatan Kalanganyar, yang merupakan salah satu wilayah yang rentan campak, hanya 9 balita saja yang terkena penyakit campak.
Pihak Puskesmas Kalanganyar, menggalakkan imunisasi campak terhadap balita di seluruh desa.
“Jumlah balita di Kalanganyar sebanyak 4.062. Sedangkan yang positif terkena campak hanya 9 balita yang berasal dari Desa Sangiang Tanjung,” kata Rudi Hermawan, Bagian Pencegahan Penyakit dan Imunisasi Puskesmas Kalanganyar, Kamis (14/10).
Selain rutin memberikan imunisasi campak, kata Rudi, Puskesmas Kalanganyar pun kerap melakukan penyuluhan pencegahan campak kepada para ibu, seperti pada kegiatan penimbangan balita di posyandu. “Di Kalanganayar, awalnya banyak kaum ibu yang tidak memahami cara merawat bayi agar tidak terserang penyakit. Namun, karena penyuluhan sering kami lakukan, sedikit demi sedikit, kaum ibu sudah memahaminya,” terang Rudi, Kamis (14/10).
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Lebak, Cicih Mustikawati berharap, penyebaran penyakit campak mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahannya. “Campak itu membahayakan balita. Oleh karena itu jangan dianggap ringan,” ujarnya.
Diungkapkannya, pemberian imunisasi campak secara gratis harus sering dilakukan untuk memberikan rasa nyaman kepada para ibu balita. “Harus diakui, masih banyak para ibu yang enggan datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan balitanya. Makanya, Pemkab harus jemput bola mendatangi mereka ke rumahnya,” harap Cicih.
Sementara itu, anggota komisi B Hamdariah, menegaskan, agar dapat diantisipasi dengan baik, para ibu harus sadar tanggung jawabnya untuk memerhatikan kesehatan balitanya.
“Kami menilai persoalan campak ini tanggung jawab kita bersama untuk mencegahnya,” kata Hamdariah. (day/esl)


