RANGKASBITUNG – Sejumlah warga Kampung Taringgul, Desa Cimancak, dan warga Kampung/Desa Suakan, Kecamatan Bayah menyayangkan sikap Dinas Bina Marga yang lamban meninjau lokasi putusnya jembatan gantung Taringgul.

Warga kemudian mengadukan persoalan ini ke Komisi B DPRD, Selasa (12/10).
Diketahui, akibat banjir bandang yang terjadi di Sungai Cimadur pada Selasa (5/10), jembatan gantung Taringgul putus. Akibatnya, warga Kampung Suakan yang berada di seberang sungai menjadi terisolasi.
Sekretaris Desa Cimancak Dudun, menyesalkan sikap Dinas Bina Marga yang kurang respons terhadap persoalan tersebut. Sampai saat ini, kata dia, belum ada petugas Dinas Bina Marga yang memantau kondisi jembatan. Padahal, peristiwa putusnya jembatan sudah terjadi seminggu lalu. “Saya nggak ngerti kenapa dinas terkait tidak peduli terhadap persoalan ini. Padahal, berita tentang putusnya jembatan akibat banjir bandang sudah diberitakan beberapa media lokal,” ujar Dudun di ruang komisi B, Selasa (12/10).
Hal senada disampaikan salah seorang warga Kampung/Desa Suakan, Adlani. Kata dia, jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat. Saat ini, warga harus turun ke sungai jika ingin pergi ke luar desa.
Ketua Komisi B Pipit Chandra mengaku akan menindaklanjuti keluhan masyarakat kepada Dinas Bina Marga. “Mudah-mudahan tahun ini juga jembatan gantung Taringgul dapat segera dibangun kembali,” terangnya.
Dihubungi terpisah, Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Tatang Hidayat mengakui belum meninjau ke lokasi jembatan gantung. “Kemungkinan besar tahun ini jembatan tersebut belum dapat diperbaiki,” tukasnya. (mg-05)