MOST RECENT

|

Kebocoran Air PDAM Capai 39%

RANGKASBITUNG – Komisi C DPRD Lebak berharap kebocoran distribusi air PDAM ke konsumen dapat diminimalkan. Berdasar data di komisi C, pada September 2010, kebocoran air PDAM mencapai 39% dari jumlah produksi sebesar 450.875 m3/bulan. 

Namun, Ketua Komisi C DPRD Rubama mengatakan, tingginya kebocoran air PDAM, bukan karena faktor kesengajaan yang dilakukan manajemen PDAM. Karena itu, menurutnya, guna meminimalkan kebocoran air, manajemen PDAM harus berupaya maksimal melakukan pengawasan di lapangan. “PDAM harus menekan angka kebocoran air yang didistribusikan kepada masyarakat. Sehingga, PDAM dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Rubama didampingi Wakil Ketua Rully Sugiharto Wibowo dalam kunjungan kerja ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM di Rangkasbitung, Rabu (13/10).
Dengan menekan tingkat kebocoran air, kata Rubama, PDAM dapat meningkatkan keuntungan dan kualitas layanan terhadap masyarakat karena akan banyak warga yang terlayani dengan optimal. “Selama 4 tahun terakhir PDAM Rangkasbitung mengalami banyak perubahan. Hal itu merupakan tren positif yang harus dipertahankan,” tegasnya.
Direktur PDAM Ridwan mengaku akan berupaya optimal meminimalkan kebocoran air PDAM yang didistribusikan kepada konsumen. Karena itu, katanya, petugas di lapangan akan dioptimalkan mengawasi distribusi air dari IPA hingga SR (sambungan rumah) yang ada di rumah warga. “Saat ini jumlah pelanggan PDAM Rangkasbitung sebanyak 2.123 pelanggan. Mudah-mudahan, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan PDAM,” tukasnya. (mg-05/esl)   

Posted by ghoblin on 08:47. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Kebocoran Air PDAM Capai 39%"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added